Taruhan Bola

Taruhan Bola
Taruhan Bola

Sabtu, 15 Juni 2013

Bandar Bola - Kucing Siluman di Tangkap Warga

Kucing Siluman di Tangkap Warga


Bandar Bola - Wonocolo Surabaya geger dengan temuan kucing oleh warganya. Warga meyakini, kucing yang ditemukan Imam Rofi adalah kucing jadi-jadian dari pelaku pesugihan. Kucing yang memiliki kemiripan seperti manusia di bagian punggung ini ditangkap Imam di Jl ubi.


bandar bola



“Kucing ini saya temukan Sabtu pagi kemarin. Ketika itu, kucing ini melintas di jalanan dan nampak linglung,” tutur Imron Rofi’i (36), penemu kucing pada LICOM, Selasa (29/1/2013).
Baca juga: Rusia angkat derajat kucing jadi 'penjaga' museum dan Sopir taksi Nurimas tewas di dalam mobil
Menurutnya, yang menguatkan kucing ini merupakan kucing jadi-jadian selain punggung menyerupai bentuk punggung manusia, ekor kucing mirip tikus dan memiliki kuku yang berbeda seperti memegang uang. Selain itu, kucing ini juga patuh dan menurut ketika disuruh duduk atau berdiri.
Imam menyebut, sebelum ditemukannya kucing yang memiliki warna hitam ke abu-abuan, warga sekitar kerap mengaku sering kehilangan uang. Saat ditanyakan ke `orang pintar`, penghasilan kucing ini seharinya mencapai Rp 1,5 juta. “Dari orang pintar kucing ini memang jadi-jadian dan penghasilannya mencapai jutaan rupiah,” tutupnya.

Kini kucing `siluman` itu ditempatkan dalam kurungan bambu di rumah Imam, Jl Wonocolo Gg IV No 19, Surabaya. Sementara itu, terlihat beberapa petugas Polsek Wonocolo datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan terkait banyaknya animo masyarakat yang ingin melihat kucing itu.

Situs Bola - Johny Rela Nikahi Jin Demi Kekayaan

Johny Rela Nikahi Jin Demi Kekayaan


Situs Bola - Setelah usahanya bangkrut akibat amukan massa pada peristiwa hura-hura massal tahun 1998, dia akhirnya memutuskan untuk menikahi jin. Ini dia lakukan demi kembali meraih kesuksesan.

Situs Bola



Dalam perjalanan menjelajahi berbagai pelosok, Penulis sempat menemukan kesaksian dari seorang anak manusia yang telah menjalin hubungan sangat erat dengan eksistensi bangsa jin. Ya, dalam sebuah tugas liputan, Penulis secara tak sengaja mampir ke rumah seorang sahabat yang sudan lama tidak dikunjungi. Rasidan, namanya, atau biasa dipanggil Jhony. Dari sinilah kesaksian yang sulit diterima akal sehat itu bermula.

Tak seorang pun manusia yang tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya di masa mendatang. Semuanya masih merupakan misteri yang sulit ditebak. Begitu juga halnya dengan Jhony. Dia tidak pernah menduga kalau usahanya sebagai seorang petambak udang dan pemilik toko furniture terbesar di kotanya akan jatuh bangkrut. Menurut perhitungannya, harta yang dimilikinya telah lebih dari cukup untuk menopang hidupnya. Tapi dia lupa bahwa perhitungan manusia kadang-kadang bisa berubah atas ketentuan Illahi.

Keadaan telah memporak-porandakan cita-cita dan tatanan kehidupan Jhony yang telah ditatanya sejak lama. Tragedi 12 Mei 1998 merupakan hari-hari kelabu bagi Jhony dan keluarganya. Kerusuhan telah membuat dirinya miskin. Toko furniture dan mobil mewahnya yang diparkir di depan tokonya hangus terbakar, sementara tambak udangnya habis dijarah orang. Sedangkan rumah yang ditempatinya sudah bukan miliknya lagi, karena surat-suratnya telah dijaminkan ke Bank untuk modal pengembangan usaha furniturenya.
Melihat kenyataan pahit ini Jhony sempat shock. Dia tidak menyangka akan musibah yang melanda dirinya dan memusnahkan semua harta yang selama ini telah dikumpulkannya, hanya dalam sekejap. Isterinya, Vera tidak kalah shocknya menerima kenyataan pahit ini.

Dalam kondisi kalut seperti itu, Jhony dan Vera datang kepada seorang Kyai yang terkenal sebagai ahli spiritual. Kepada sang Kyai mereka berkonsultasi tentang musibah yang dihadapi. Orang tua yang bijaksana itu hanya menggangguk dan tersenyum. Dengan arifnya dia bertutur bahwa di balik semua musibah itu ada maknanya, makna itu bisa bermacam-macam. Di satu sisi bisa bermakna cobaan, di sisi lain bisa juga peringatan bagi keluarga Jhony.
Menurut mata batin sang Kyai, selama ini Jhony dan Vera tidak pernah mengeluarkan zakat mal dan bersedekah, padahal selama ini mereka menerima terus menerus rezeki dari Yang Maha Kuasa, Mereka telah ditutupi oleh penyakit hati yakni pelit untuk mengeluarkan sedekah dan zakat maal yang merupakan hak orang lain terutama anak-anak yatim, para janda tua dan kaum dhuhafa. Akibat dari semua itu maka datanglah peringatan bagi mereka. 

Jhony membenarkan ucapan orang tua yang bijak itu. Namun yang terpenting, bagaimana caranya agar dia tidak diusir dari rumahnya karena tidak mampu lagi membayar cicilan ke bank akibat usahanya telah bangkrut. Orang tua itu berbisik pada Jhony, memberi solusi mencari uang secara pintas, “Bersediakan Nak Jhony menikah dengan jin?”

“Menikah dengan jin? Bagaimana mungkin?” tanya Jhony.
“Apa yang tidak mungkin itu akan menjadi mungkin kalau Allah menghendakinya,” ujar sang Kyai. Menurutnya, persyaratannya tidak begitu susah. Pertama harus seizin isteri karena dia akan dimadu. Kedua, menyediakan kamar khusus untuk menyongsong kedatangan isteri jinnya yang akan datang pada waktu tertentu. 

Sekaitan dengan syarat pertama, pada masa pengantin Jhony harus menemani isteri jinnya selama satu bulan penuh, mengingat masih dalam suasana pengantin baru. Setelah itu waktu menggilirnya diatur seminggu tiga kali. 

Syarat ketiga dia tidak boleh main perempuan lain. Dalam artian, Jhony tidak boleh tidur, apalagi menikah dengan wanita lain.
Atau kesepakatan dengan Verra, Jhony akhirnya bersedia mengawini makhluk yang berlainan alam itu.

Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, ritual pun dimulai. Jhony sudah siap di kamar orang tua itu. Suasana di kamar agak lain, seperti ada hawa sejuk yang menyenangkan.
Setelah melakukan upacara ritual suasana begitu sangat syahdu, namun terasa berbalut mistik. Sepi namun sesekali terasa mencekam. Tak lama kemudian Jhony mendengar ada suara dari luar.
“Assalamu’alaikum!” suara itu begitu lembut.
Jhony tersentak. Orang tua itu berbisik, “Pengantin wanitanya sudah datang!”
Segera dia bangkit membukakan pintu. Tampak seorang gadis cantik berjilbab putih dengan gaun terusan warna hitam bergaris lembut. Melihat keanggunan dan kecantikan gadis itu, kerongkongan Jhony seperti tercekat. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya. Hingga kemudian gadis itu berkata, “Inikah calon suamiku, perkenalkan namaku Siti Zubaedah. Kau Jhony, kan?”
Setelah berkata demikian gadis itu duduk di sebelah Jhony. Singkat cerita, dengan disaksikan oleh orang tua itu terjadilah proses pernikahan dua makhluk ciptaan Tuhan yang berlainan alam.
Sungguh menakjubkan, setelah Jhony beristerikan Siti Zubaedah, kehidupannya teras mengalami peningkatan. “Aku diberikan uang sebagai modal untuk memulai usaha baru,” cerita Jhony.

Menurutnya, isterinya yang bangsa jin itu memberi suntikan modal untuk membayar hutangnya di Bank, merehab tokonya yang telah terbakar, dan melanjutkan usaha tambaknya yang habis dijarah, bahkan membeli mobil baru. Semua itu atas bantuan Zubaedah, disamping fitrah Jhony sebagai manusia yang terus bekerja keras.
Di samping usaha tambak ikan, kini Jhony juga menekuni profesi barunya sebagai suplayer obat-obatan. Mungkin, hal ini dimungkinkan karena ada kekuatan gaib yang mendorongnya, hingga usaha apapun yang dijalankan olehnya selalu berhasil.

Ketika Penulis bertamu ke rumahnya, Jhony bercerita penuh antusias tentang Zubaedah yang penduduk alam gaib itu. Atas keinginannya, dia akan mengundang Zubaedah dan memperkenalkannya denganku. Aku sempat mencegah dengan alasan takut melihat wajah dari makhluk yang berlainan alam itu. Namun Jhony tetap bersikeras untuk mengundangnya. Menurutnya, Zubaedah mempunyai kemampuan untuk mawujud layaknya seorang manusia.

“Karena kau memaksa, aku bersedia saja!” begitu akhirnya kata Penulis.
Tak lama, kami mendengar deru mobil memasuki halaman rumah. Seketika suasana di penghujung malam itu sudah merubah aura menjadi penuh dengan kegaiban.

Kijang kapsul warna putih metalik melewati kami yang sedang duduk di beranda muka, sementara mobil itu berhenti di palvilyun samping rumah. Segera Jhony menyongsong wanita yang turun dari dalam mobil itu. Sekilas pandangan Penulis menoleh dengan diiringi oleh bulu kuduk yang meremang. Jantungku berdetak kencang. Penulis segera paham dengan situasi itu. Memang wanita itu terlihat cantik dengan gaya modis berbusana muslim.

Jhony dan wanita yang mungkin adalah Siti Zubaedah itu terlihat masuk lewat pintu samping. Namun tak lama kemudian wanita itu keluar lagi meninggalkan tempat itu tanpa sempat bertemu muka denganku. Aku berdecak kagum atas penampilannya dalam permainan imajinasi sudut pandang. Mobil kijang yang tadi terlihat itu ternyata hanyalah seekor kuda putih, sementara sosok wanita itu tidak terlihat secara jelas karena kesannya terburu-buru.

Setelah kejadian yang hanya kurang dari satu menit itu, kembali Jhony menghampiriku dan mengatakan bahwa tadi itu adalah isteri mudanya. Aku hanya terpaku menyaksikan kejadian musykil itu.
“Sekarang kau mungkin percaya bahwa aku telah beristerikan wanita dari alam gaib,” kata Jhony setelah sensasi aneh itu berlalu.
Penulis hanya angkat bahu. Apakah benar yang dikatakan Jhony? Penulis masih sulit untuk mempercayainya.

Sekitar setengah bulan setelah pertemuan itu, tiba-tiba ada kabar melalui hendphone kalau Jhony sekarang dirawat di rumah sakit. Merasa khawatir atas kesehatannya, Penulis pun segera berangkat untuk menjenguk Jhony. Sesampainya di sana kulihat sahabatku itu terbaring lemah. Segera kuhampiri dan kudengar dia berbisik mengatakan bahwa isterinya marah karena Jhony telah mengundangnya secara mendadak dan terasa ada benturan pada dirinya begitu melihatku. Aku katakan bahwa hal itu tidak apa-apa.
“Makanya, aku bilang jangan kau lakukan itu. Kau sendiri yang memaksa kan?” ujar Penulis.
Jhony hanya tersenyum kecut.

Menurut analisis team medis Jhony terkena gejala thypus. Namun berdasarkan terawangan alam kesunyatan yang dilakukan Penulis, sahabatku itu terkena imbas negatif akibat benturan hawa energi antara Penulis dengan isterinya itu. Untuk membantuh penyembuhannya, Penulis segera mengirimkan energi ke tubuhnya untuk memulihkan kondisinya, setelah itu aku pamit pada Verra dengan berpesan segera memberi kabar bila terjadi apa-apa terhadap Jhony.

Selang tiga hari kemudian Vera, isteri sahabatku itu mengabarkan bahwa suaminya sudah kembali dari rumah sakit dengan kondisi agak baikan. Aku bersyukur mendengar kabar baik itu. Aku sempat menelepon Jhony dan mengatakan padanya agar dia mulai memikirkan masa depan hidupnya jangan terus beristerikan jin itu.
“Aku takut nantinya kau yang berada di bawah pengaruhnya, Jhon!” kataku.
Jhony memahami kekhawatiranku. “Aku berjanji akan mencari jalan keluar untuk berpisah dengannya,” katanya dengan suara jernih. Ini artinya, Jhony sungguh-sungguh sudah baikan.

Taruhan Bola - Penghilangan Secara Misterius Yang Tak Terpecahkan

Penghilangan Secara Misterius Yang Tak Terpecahkan


Taruhan Bola - Hal ini benar atau tidak. Beberapa penghilangan dijelaskan dalam sejarah membuat satu berpikir jika memang ada dimensi lain yang orang menyapu ke dalam dan tidak pernah bisa dilihat dari lagi. 
Banyak cerita yang benar. Ada orang menghilang setiap hari dan mereka tidak pernah ditemukan atau terdengar lagi. Mereka tidak menjadi korban permainan kotor. Mereka hanya menghilang dari radar. Apa yang terjadi dengan orang-orang ini? Apakah ada jendela kapal aneh bahwa orang-orang masuk ke dalam dan tidak dapat menemukan jalan mereka kembali?


Taruhan Bola



Satu menghilangnya aneh dari 1930 adalah ketika sebuah Desa seluruh Eskimo dengan populasi dua ribu orang hilang. Pemerangkap Sebuah kembali ke desa untuk menemukan panci mendidih di kompor, anjing sleds pergi dan tidak ada orang sekitar di mana saja. Anjing-anjing dan kereta mereka ditemukan jauh sa dekat terkubur di salju. Anjing-anjing itu mati. Kuburan leluhur yang dibuka. Ini tidak mungkin dilakukan karena tanah adalah beku, tapi itu terjadi. Mayat-mayat itu pergi. Apa yang terjadi dengan semua orang? 

Lalu ada adalah hilangnya aneh orang Vermont yang di bus dengan empat belas orang lain ketika dia menghilang. Semua saksi melihat orang tidur di bus dan ketika mereka tiba di tempat tujuan, orang itu pergi. Barang-barangnya masih ada termasuk jadwal bis di kursi sebelah tempat dia duduk. Lalu ada penghilangan lebih dari orang dari daerah yang sama saat pria itu. Penghilangan Bennington aneh terjadi antara 1920 dan 1950. 

Seorang mahasiswa delapan belas tahun menghilang saat di jalan di Mountain Glastonbury dan kemudian seorang anak delapan tahun menghilang dari pertanian orangtuanya. Tidak pernah terlihat lagi. Ada penghilangan banyak di daerah ini dan Indian percaya bahwa roh-roh jahat tinggal di padang gurun Glastonbury. Namun, belum ada penghilangan lagi sejak tahun 1950. 

Yang aneh adalah bahwa penghilangan Daud Lang yang menghilang di depan anak-anaknya, istri, saudara-in0law dan seorang pengacara lokal. Ia berjalan melalui lapangan dengan rumahnya di Summer County, Tennessee ketika dia menghilang ke udara tipis. Sebuah lingkaran coklat masih menandai tempat ia menghilang dan tidak ada hewan atau serangga mendekati daerah tersebut. Tidak akan tumbuh dalam yang juga. 

Apa yang menyebabkan penghilangan dan di mana orang-orang pergi? Apakah ada tarik gravitasi supranatural yang bisa membuat seseorang menghilang tanpa jejak tanpa ada yang mengetahui apa yang terjadi? Apakah ada jendela kapal dari beberapa jenis yang menarik orang di saat mereka tidak menduganya. Penjelasan apa lagi yang bisa untuk penghilangan ini aneh. 

Beberapa orang akan mengabaikan penghilangan dan memanggil mereka legenda, mitos atau cerita bahkan fiktif, tetapi kita harus heran jika mereka tidak benar maka mana semua orang pergi yang hilang dan tidak pernah terlihat atau terdengar lagi. Apakah Anda bersedia untuk percaya bahwa tidak ada hal seperti dimensi lain? Kita hanya bisa menunggu untuk melihat apa yang terjadi berikutnya di dunia.

Situs Taruhan - Melihat Keangkeran Kampung Setan di Puncak Gunung Salak

Melihat Keangkeran Kampung Setan di Puncak Gunung Salak


Situs Taruhan - Beranikah anda mendatangi kampung setan? Atau pertanyaannya dirubah, maukah anda ke puncak gunung yang ada kampung setannya? Bagi yang pemberani dan rasa ingin tahunya tinggi, pertanyaan itu bisa menjadi obat perangsang. Merangsang andrenalinnya untuk menghadapi tantangan tersebut. Sebaliknya bagi si penakut, lebih memilih untuk tidak menikmati indahnya puncak gunung kalau syaratnya harus masuk ke kampungnya para setan.

Situs Taruhan



Itulah yang dialami gunung Salak. Gunung yang memiliki tujuh puncak yang puncak tertingginya bernama Puncak Salak I dengan ketinggian 2.211 Mdpl jarang dikunjungi karena dianggap angker. Berbeda dengan gunung Gede-Pangrango yang setiap tahunnya dikunjungi oleh ratusan pendaki, gunung Salak hanya didaki kurang dari separuhnya.

Keangkeran gunung Salak makin kuat karena di puncak tertingginya terdapat sebuah makam. Menurut kabar yang beredar, makam tersebut adalah makamnya Mbah Gunung Salak. Nama tersebut barangkali perlu ditelusuri lagi kebenarannya. Di wilayah makam itu sendiri tidak ada tanda-tanda yang menyatakan bahwa dibawah makam tersebut bersemayam jasad Mbah Gunung Salak. Yang ada hanyalah sebuah peringatan yang ditulis dalam bahasa Jawa ngoko (kasar). Peringatan tersebut menyatakan supaya pengunjung (pendaki) berperilaku sopan dan yang perempuan dilarang mendekati makam.

Ada juga kabar bahwa makam tersebut sebenarnya hanya bikinan seseorang. Tidak ada jasad siapapun didalamnya. Makam itu dibuat semata-mata hanya untuk memberi kesan mistis. Angker. Dengan tujuan agar tidak banyak para pendaki yang datang. Dan ternyata berhasil bila melihat jumlah pendaki per tahunnya. Kalau melihat bukti, catatan, atau dokumen sejarahnya yang kurang valid dan hanya didasarkan cerita dari mulut ke mulut, bisa jadi kabar tentang kebohongan itu benar. Siapa yang berani menjamin keotentikannya bila cuma didukung oleh pernyataan lisan yang sulit sekali ditelusuri asal-usulnya.

Situs Taruhan



Makam lain pendukung keangkeran gunung Salak adalah makam Pangeran Santri. Bila turun dari puncak menuju desa Girijaya atau mulai mendaki dari desa tersebut, kita akan melewati komplek makam Pangeran Santri. Lokasinya yang tinggi di lereng gunung dengan susunan pepohonan menjulang rapat semakin menjadikan tempat tersebut sunyi senyap. Tidak ada suara kehidupan manusia selain dua orang juru kunci dan binatang hutan yang ada disekitar makam tersebut.

Terlepas dari benar tidaknya cerita tersebut, gunung Salak memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Hutannya yang masih lebih perawan bila dibandingkan gunung Gede-Pangrango menjadi imbalan tak ternilai yang dapat diperoleh pendaki. Kita akan bisa menikmati sinar matahari pagi yang berpendar cemerlang menembus lebatnya rimbunan dedaunan. Dalam perjalanan menuju puncak dari arah Wana Wisata Cangkuang, kawah Ratu terlihat jelas. Sepanjang jalan kita akan menemui berbagai spesies tanaman, diantaranya kantung semar dan anggrek hutan jenis dendrobium. Kalau beruntung, kita bisa ketemu dengan elang jawa (Spizaetus bartelsi) yang dengan gagahnya melayang-layang di udara. Banyak hal menarik yang dapat kita jumpai di punggungan maupun puncaknya gunung Salak. Dan ini lebih menakjubkan dibandingkan isu kampung setan yang muncul karena keberadaan makam di puncak gunung dan lerengnya.

Bagi pendaki berpengalaman, iming-iming keindahan alam pasti lebih menarik daripada ketakutan tak beralasan terhadap kampung setan. Pun buat pendaki pemula, sangat disarankan untuk mendaki Puncak Salak I tanpa harus dihantui cerita kosong tersebut.

Bandar Bola - Suhu Naga Meramalkan Ariel Akan di Bunuh

Suhu Naga Meramalkan Ariel Akan di Bunuh


Bandar Bola - Setelah keluar dari penjara, bukan berarti Ariel sudah terbebas dari masalah di masa lalunya. Masih banyak orang yang tak suka dengan vokalis Noah itu.

Bandar Bola



Masih ada dendam pribadi yang ditujukan kepada musisi asal Bandung tersebut. Bahkan, mantan kekasih Luna Maya itu bisa saja menjadi sasaran pembunuhan.

Hal itu merupakan ramalan yang diungkapkan Suhu Naga. Menurut pakar psychocybernatic ini, energi yang terpancar dalam diri Ariel saat keluar penjara terlihat gelap.

"Pada saat kejadian video itu, banyak orang yang masih menyimpan dendam kepada Ariel. Bahkan, saat keluar penjara eskalasi energi mukanya redup. Saya pikir bisa saja terjadi semacam usaha pembunuhan," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta.

Karena itulah, Suhu Naga menyarankan agar Ariel waspada. Dia juga menyarankan agar mantan suami Sarah Amalia itu tidak mengulangi kesalahannya yang sama dengan banyak menggauli wanita.

"Jadi Ariel harus lebih waspada. Kalau lebih bijak dia buat permintaan maaf kalau saya punya masa lalu seperti itu, saya sadar buat salah. Itu lebih bagus. Karena yang dia hadapi bukan orang sembarangan, orang kuat," katanya kepada AonCash.

Kembalinya Noah di dunia musik memang langsung mendapat respon positif dari penikmat musik di Indonesia. Namun, kesuksesan Ariel bersama Noah setelah vakum beberapa lama ternyata banyak membuat orang tak suka.

"Masih ada yang dendam kepada dia. Dulu Ariel banyak berhubungan dengan wanita-wanita yang pegangannya siapa. Itu masih banyak yang tidak suka. Ariel itu memang bahan incaran," paparnya.

Bandar Bola - Akibat Berhubungan Intim di Kawasan Angker

Akibat Berhubungan Intim di Kawasan Angker


Bandar Bola - Kisah mistis ini dialami sepasang kekasih di daerah Garut, Jawa Barat. Gara-gara berhubungan intim di bawah pohon beringin yang angker, sang pacar mendadak hamil besar. Janin genderuwo ada di dalam kandungannya...!

Bandar Bola



Sudah satu tahun lebih, aku menjalin cinta dengan Rangga. Sejujurnya, meski jalinan cinta kami dari hari ke hari kian akrab dan mesra, tapi kami masih bisa menjaga diri. Tidak tergoda untuk melakukan hubungan seks di luar batas. Hanya sebatas peluk dan cium biasa yang sopan.

Kami memutuskan, biarlah "yang satu" itu sebagai kado spesial nanti jika kami sudah menikah. Ya, begitu aku dan Rangga pernah bersepakat. Namun pada suatu hari kesepakatan yang selalu kami jaga itu akhirnya jebol juga.

Kami bukan hanya tergoda hingga berani melakukan hubungan seks seperti layaknya suami isteri, tapi juga telah membuatku hamil besar mendadak yang amat aneh dan mengerikan.

Kejadian aneh itu berawal ketika hari itu Rangga sengaja datang ke tempat kerjaku. Maksudnya selain untuk menjemputku pulang, juga mengajakku makan malam di Saung Paniisan, sebuah restoran dengan suasana alam pegunungan yang terletak di daerah selatan Kabupaten Garut.

Jarak dari pusat kota ke restoran itu kurang lebih 12 Km. Jalan aspal menuju ke restoran itu tidak begitu ramai tapi syarat dengan panorama alam pegunungan yang hijau oleh hamparan kebun teh.

"Hari ini aku dapat bonus lumayan dari kantor. Aku mau ngajak kamu makan malam di restoran itu!" Ucap Rangga, tersenyum.

Laki-laki berusia 28 tahun yang bekerja di sebuah Bank Swasta itu lalu menuntunku masuk ke dalam mobilnya.

"Oke, makasih banget! Tapi awas kalau pulangnya sampai kemalaman!" pelototku, bercanda.

Rangga hanya tersenyum mendengar candaku itu. Di mobil dalam perjalanan kami yang romantis itu kemudian terganggu oleh cuaca alam yang tidak bersahabat. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun begitu deras. Jalan aspal yang kami lalui tampak pekat oleh guyuran air hujan bercampur kabut.

"Sebaiknya kita berhenti saja dulu, Ga!" perintahku, khawatir. Hujan memang turun semakin deras.

"Iya, tapi kita berhenti dimana? Di sekitar sini jauh dari rumah pendududk. Sisi kiri kanan jalan hanyalah hamparan kebun teh!" Komentar Rangga seperti bingung.

Tapi tak lama kemudian Rangga menghentikan mobilnya di bawah sebuah pohon beringin besar yang tumbuh menjulang di sisi kiri jalan. Meski tampak samar oleh guyuran hujan berbaur kabut, tapi aku masih bisa melihat bahwa pohon beringin itu berada di samping gundukan tanah mirip kuburan. Di sekeliling gundukan tanah itu tumbuh beberapa jenis tanaman liar.

"Untung saja ada pohon beringin besar ini. Lumayanlah, berhenti di bawah pohon beringin ini. Mobil agak terlindung dari guyuran hujan!" Ucap Rangga lega setelah mematikan mesin mobilnya.

"Tapi aku merasa tak nyaman kita berhenti disini, Ga. Kesannya di sini angker," ucapku meringis dengan bulu kuduk yang tiba-tiba meremang.

Sementara mataku memperhatikan guyuran hujan dan angin yang menyapu daun dan ranting-ranting pohon raksasa itu, entah mengapa tiba-tiba saja aku melihat ranting dan dahan-dahan pohon beringin itu seperti memancarkan suatu kekuatan aneh yang membuatku bergidik takut.

"Kamu tak perlu takut, Rin! Ketakutanmu mungkin karena pengaruh cuaca buruk di sekitar sini. Sebentar lagi juga hujan reda. Santai saja!" Ucap Rangga enteng sambil menggeser duduknya lebih dekat padaku.

"Aku siap jadi pelindungmu, Sayang! Jangankan manusia, hantu atau genderuwo yang berani mengganggumu akan aku labrak," celoteh Rangga tertawa sambil mengelus-elus pipiku.

Aneh, ucapan Rangga itu seperti langsung dijawab oleh suatu kekuatan yang membuat hujan mendadak turun semakin deras. Angin pun tiba-tiba bergemuruh kencang seperti hendak meruntuhkan pohon beringin itu.

Bersamaan dengan itulah, samar-samar kulihat sesosok bayangan hitam meloncat dari ketinggian pohon itu dan turun tepat di depan mobil kami. Satu detik kemudian bayangan itu berubah wujud menjadi seekor kera raksasa yang menyeringai seram.

Tapi detik berikutnya makhluk aneh itu tiba-tiba menghilang seperti di telan guyuran hujan. Anehnya, Rangga yang duduk di sampingku seperti tak melihat apa-apa. Malah bersamaan dengan menghilangnya makhluk itu, Rangga kemudian menghujani wajahku dengan ciuman dan kecupan liar, bahkan di bibir dan leherku.

Sesaat ketakutan itu hilang. Aku merasakan kenikmatan yang menjalar di leher dan bibirku. Tapi diam-diam aku merasa heran melihat perubahan pada diri kekasihku itu. Tidak biasanya Rangga bersikap kasar dan liar dalam bermesraan. Dan yang lebih mengherankan, sorot matanya tiba-tiba terkesan aneh. Sorot mata yang menyala menahan gairah!

"Ga, sudahlah! Aku takut...tadi aku melihat...." Aku memohonnya, Tapi ucapanku itu terputus karena Rangga kembali mengulum bibirku. Begitu buas, namun hangat menjalar di seluruh tubuhku.

Rangga seperti sengaja tak memberiku kesempatan mengelak dan berkata. Bahkan pelukan, ciuman dan rabaannya lebih nakal dan berani. Ingin rasanya aku meronta dan memprotes ulah nakal laki-laki yang sangat kucintai itu.

Tapi, aku sungguh tergoda oleh cumbuan yang gila itu. Tang kulakukan malah membalas dan melayani setiap gerak permainan cintanya. Kami pun kemudian hanyut dalam permainan cinta yang panas gairah. Suara guyuran hujan dan angin makin membuat kami lupa diri.

Akhirnya, dijok mobil belakang kami lalu menuntaskan hasrat seks itu dengan tubuh setengah telanjang dan posisi setengah rebah! Ketika hujan mulai reda kami masih terkapar kelelahan merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami lewati. Ya, kesepakatan kami untuk tidak melakukan hubungan seks di luar nikah itu akhirnya jebol juga.

Karena hari sudah mulai Maghrib, kami membatalkan rencana makan malam di restoran Saung Paniisan. Kami lalu memutuskan untuk pulang.

Besoknya, keanehan itu terjadi. Ketika menggeliat bangun dari tidur aku merasakan sesuatu membebani perutku. Dan betapa terkejutnya aku manakala kulihat perutku tiba-tiba menggelembung besar seperti hamil 9 bulan.

Sesaat aku merasakan seperti tengah bermimpin. Tapi ketika dengan gemetar tanganku merasakan rabaan dan elusan di perutku, aku jadi sadar bahwa aku tidak bermimpi.

"Tidak...tidak...tidaaak...!?" Tak sadar aku menjerit-jerit saking takut daan terkejutnya.

Sekujur tubuhku mendadak terasa lemas, kepalaku terasa pening dan tatapanku berkunang-kunang. Bersamaan dengan itu samar-samar kulihat ayah dan ibuku berhamburan masuk ke kamarku.

"Ada apa, Rini? Ada apa?" Tanya ayah dan ibuku serempak dengan wajah panik dan heran.

Namun sebelum aku bisa menceritakan apa yang telah terjadi pada perutku, tatapan mataku tiba-tiba mengelam gelap dan akhirnya aku tak sadarkan diri.

Ketika sadar aku sudah berada di sebuah kamar berbilik bambu. Di manakah aku? Pikirku menerawang heran sambil mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada diriku. Ketika aku mencoba bangkit dari terbaring, tiba-tiba aku merasakan lagi sesuatu membebani perutku. Reflek tanganku ini meraba-raba perutku. Dan betapa terkejutnya aku manakala tahu bahwa perutku masih menggelembung besar. Aku pun kembali menjerit-jerit saking takut dan terkejutnya. Aneh, heran, bingung, kesal dan takut mendadak bersatu padu dalam dadaku.

Tak lama kemudian ayah dan ibuku masuk ke kamar, disusul seorang laki-laki tua berpakaian garmis putih, dan di belakang laki-laki tua itu muncul sosok yang amat kukenal, Rangga. Agaknya, orang tuaku telah menghubungi Rangga dan menceritakan kejadian aneh yang telah menimpa diriku. Wajah kekasihku itu tampak pucat dan gelisah.

"Syukurlah kamu sekarang sudah sadar, Rini! Kamu pingsan cukup lama, hampir dua puluh empat jam lebih!" Ucap ibuku sambil menghampiri dan duduk di bibir tempat tidur.

"Kami merasa heran dan panik melihat perutmu yang tiba-tiba membesar seperti itu. Kami lalu memanggil dokter untuk memeriksa perutmu itu. Dokter mengatakan bahwa perutmu sehat-sehat saja, tak ada kelainan atau pembengkakan di dalamnya.

Tapi yang membuat kami terkejut heran, dokter itu lalu mengatakan bahwa kamu tengah hamil besar!" Jelas ayahku dengan dahi berkerut dan berkali-kali menggelengkan kepala seperti tak habis pikir.

"Apa, aku tengah hamil? Ah, tidak mungkin! Orang hamil itu harus melalui proses satu atau dua bulan dan seterusnya. Mana ada orang hamil mendadak besar seperti ini?" Tak sadar aku bersungut-sungut saking heran dan tak percaya mendengar penjelasan ayahku itu.

"Tenanglah, Rini! Itulah sebabnya kami membawamu ke Tasikmalaya ini untuk konsultasi dan sekaligus minta pendapat dari Ajengan Sukma. Kami khawatir kamu kena teluh atau diganggu makhluk halus atau roh jahat!" Jelas ibuku seraya menoleh pada laki-laki tua berpakaian garmis yang berdiri di samping ayahku.

"Neng Rini memang tengah hamil besar. Tapi kehamilan Neng Rini ini tak wajar, karena pengaruh jahat genderuwo. Makhluk halus jenis ini memang pada kesempatan tertentu bisa berbuat jahat, terlebih pada orang yang bicara sombong dan berani melakukan perbuatan tak senonoh di tempat angker di mana makhluk itu berada," jelas Ajengan Sukma sambil menoleh ke arah Rangga.

"Apa Nak Rangga ini kekasihnya Neng Rini?" tanyanya dengan suara bijak, sambil menatap Rangga.

"Iy...iya...saya kekasihnya Rini. Bahkan bulan depan saya akan tunangan. Memangnya kenapa, Ajengan?" Jawab Rangga terkejut menerima pertanyaan yang tiba-tiba dari Ajengan Sukma itu.

Ajengan Sukma menarik nafas panjang. Mengulum senyum. Lalu, "Maaf, menurut peneropongan mata batin saya, Nak Rangga dan Neng Rini pernah melakukan hubungan intim di tempat angker. Kalian tahu, sewaktu kalian melakukan hubungan itulah makhluk halus itu datang dan menyusup ke dalam jiwa Nak Rangga dan ikut merasakan kenikmatan hubungan yang dirasakan Nak Rangga. Sekali lagi maaf kalau terawangan batin saya ini salah!"

Kontan ayah dan ibuku saling tatap mendengarnya. Ada ketidaksukaan di wajah mereka mendengar bahwa aku dan Rangga telah berbuat sejauh itu. Sementara aku dan Rangga tertunduk mendengarnya.

Penjelasan Ajengan Sukma itu bukan hanya membuat kami malu dan makin membuatku ketakutan, tetapi juga telah menghantar ingatanku pada kejadian-kejadian aneh sewaktu aku dan Rangga hendak pergi ke restoran Saung Paniisan itu.

Bukankah ketika itu mobil kami berhenti di bawah pohon beringin besar yang terkesan angker? Ketika itu juga aku sempat melihat sesosok makhluk aneh mirip kera raksasa, dan merasakan keganjilan pada diri Rangga saat berhubungan seks denganku?

Diam-diam aku membenarkan penjelasan Ajengan Sukma yang panjang lebar itu.

"Lalu apa yang harus kami lakukan, Ajengan? Apapun syaratnya, saya akan siap! Yang penting perut kekasih saya ini bisa kempis seperti sedia kala," ucap Rangga seolah tak sabar. Wajah tampannya bersemu merah karena menahan malu.

Ajengan Sukma tidak menjawab. Laki-laki berusia 62 tahun itu lalu mengambil suatu bungkusan dari atas lemari di pojok kamar.

"Taburkan serbuk panyinglar ini di tempat kalian berhubungan intim waktu itu. Tapi sebelumnya, kalian harus melakoni beberapa syarat. Pertama, kalian harus bertobat dengan melakukan shalat sunnah taubatan nasuha. Lalu berpuasa selama tiga hari berturut-turut dan setiap malamnya kalian harus mewiridkan sholawat sebanyak 333 kali. Insya Allah purut Neng Rini akan mengempis seperti semula!" Jelas Ajengan Sukma panjang lebar.

Begitulah, usai melaksanakan syarat yang disebutkan itu, aku dan Rangga lalu pergi ke tempat di mana pohon beringin besar itu berada, dan kami melakukan hubungan badan di dalam mobil yang terparkir di bawahnya. Sambil membaca shalawat kami lalu menaburkan apa yang disebut Ajengan Sukma sebagai serbuk penyinglar, yang bentuknya mirip tepung putih itu di tanah sekeliling pohon beringin.

Setekah serbuk gaib itu kami taburkan, suatu keajaiban pun berlangsung. Bersamaan denga selesainya kami menaburkan serbuk itu, tiba-tiba dari ranting-ranting bagian atas pohon beringin itu mengepul asap hitam yang kemudian membentuk suatu gulungan besar.

Sesaat gulungan asap hitam itu bergerak-gerak ke sana ke mari, namun kemudian membungbung ke angkasa dan akhirnya menghilang di telan mega. Aneh, bersamaan dengan menghilangnya gulungan asap hitam itu, tiba-tiba perutku yang masih menggelembung besar itu mengempis seperti sedia kala.

"Alhamdulillah...! " Ucapku dan Rangga sambil berpelukan dalam suasana haru dan bahagia.

Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan kami saat itu, selain memanjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT. Hari itu juga aku dan Rangga sepakat untuk menemui orang tuaku dan meminta maaf pada mereka, sekaligus memohon restu mereka karena kami akan menikah bulan depan.

Bandar Bola - Misteri di Tengah Hutan Yang Menyeramkan

Misteri di Tengah Hutan Yang Menyeramkan


Bandar Bola - Hari itu, di sebuah hutan, aktivitas para penghuninya berlangsung normal. Namun, suasana damai itu terganggu saat tiba-tiba sebuah lengan menyeruak dari tanah. Seorang pria berusaha keluar dari gundukan tanah yang menguburnya. Dalam kepanikan mengapa ia bisa terkubur dan siapa yang menguburnya, sang pria menyadari bahwa dirinya mengalami amnesia alias hilang ingatan.

Bandar Bola



Sebuah kabin kayu dengan mobil terparkir di depannya mungkin menyimpan jawaban. Di dalam, sang pria menemukan handycam yang terpasang ke televisi dengan perintah pada secarik kertas untuk memutarnya. Terkejut ia akan rekaman video yang dilihatnya. 

Rekaman itu memperlihatkan seorang pria bertopeng dengan sadisnya menghunuskan belati ke perut seorang perempuan yang sedang hamil tua. Kekagetan semakin menjadi karena mayat wanita bersimbah darah itu berada di belakangnya. Lewat kartu identitas dalam dompetnya, diketahui bahwa nama pria itu adalah John Evans (Rio Dewanto). 

Saat ia memutar rekaman video dari awal, John menyadari bahwa wanita itu istrinya (Hannah Al Rashid). Kabin itu adalah tempat berlibur mereka dengan kedua anak mereka. Lewat rekaman, orang misterius datang dan menculik anak-anak John. John harus berusaha menemukan anak-anaknya sebelum didahului penculik dan pembunuh itu. Ketegangan dan misteri tidak berhenti sampai di situ. Masih ada teka-teki besar yang belum terungkap bagi John.

Dunia Joko 
Di saat kebanyakan film Indonesia menyerah ke dalam keseragaman akibat buai komersialisme, Joko Anwar menjadi satu dari sineas Indonesia yang tak mau terjebak dalam kemonotonan sinema. Mulai dari kiprah perdananya, komedi hitam petualangan Janji Joni (Joni's Promise) pada 2005, temanya berubah 180 derajat dengan menggarap neo film-noir, Kala (Dead Time), pada 2007. 

Film itu membuktikan bahwa Joko tak nyaman berada di zona nyaman. Demikian juga saat menggarap Pintu Terlarang (Forbidden Door) pada 2009. Di film itu, Joko telah menemukan dan mengemukakan jati dirinya bahwa ia konsisten dan nyaman di jalannya sendiri. 

Joko adalah auteur, sineas yang menjadikan karyanya sebagai media untuk merefl eksikan visi personalnya dengan segala ciri khasnya, sineas yang tahu apa dan bagaimana menggarapnya. Ia memegang penuh kendali, bahkan hingga penonton. Begitu juga dalam garapan terbarunya, Modus Anomali (2012). 

Penonton akan digiring memasuki dunia Joko Anwar dan tanpa tersadar telah terlempar ke dalam labirin ide yang tak tertebak. Dari adegan pembukaan ala dokumenter satwa, film itu dibenturkan dengan thriller usaha selamat dari perburuan psikopat pembunuh. Gaya sinematografi kamera bergoyang, tata suara, dan suasana mencekam yang dibangun Joko benar-benar membuat penonton terserap ke dalam hutan dan ikut merasakan apa yang dialami sang tokoh. 

Begitu terserapnya sehingga satu adegan akan membuat Anda yang tak menderita klaustrofobia pun akan trauma dengan tempat sempit. Sekali lagi, Joko tak tanggung-tanggung menohok penonton. Apabila Anda berpikir Anda telah selamat dari semua horor yang disiramkan, Joko telah menyiapkan ajian maut untuk babak final yang dijamin membabakbelurkan penonton. Joko menjelaskan bahwa arti harafi ah Modus Anomali adalah kebiasaan yang aneh dan tak biasa. Film ini menjadi pembuktian bahwa dialah anomali sinema Indonesia. ryb/R-3

Welcome to the Jungle! (Proses Produksi)

Sheila Timothy, produser film ini, kembali berkolaborasi dengan Joko setelah Pintu Terlarang. Proses shooting dilakukan di daerah Sentul, Bogor, dan menghabiskan waktu sepuluh hari. Waktu yang kurang dari dua minggu dikarenakan semua sudah diperhitungkan dalam praproduksi yang menghabiskan enam bulan. 

Seperti berapa banyak harus membangun tenda posko untuk pengambilan gambar di beberapa lokasi. Tata suara menjadi unsur yang sangat penting dan menjadi salah satu kekuatan film ini. Penata suara, Khikmawan Santosa, berhasil menunaikan tugasnya dengan baik serta cukup unik. Efek-efek suara yang diambil dari suara kipas angin tua, mesin diesel, hingga suara toilet diolah sedemikian rupa sehingga mampu menambah nuansa seram dan mencekam pada adegan dan telinga penonton. 

Penggunaan gaya kamera handheld yang bergoyang dan tak fokus oleh sinematografer Gunnar Nimpuno menambah rasa realistis dan menghilangkan dinding keempat antara penonton dan cerita. Meski menggunakan lokasi lokal, Joko mengutarakan bahwa ia ingin memberi kesan bahwa kejadian dalam cerita tidak terjadi di Indonesia. 

Hal itu yang membuat Joko memutuskan menggunakan bahasa Inggris untuk dialog para tokoh. "Buat saya, bahasa Inggris cuma bahasa," ujar dia. Meski demikian, cukup disayangkan, dialek dan aksen yang digunakan masih kaku, istilahnya broken English, dan cukup aneh terdengar.

Joko Anwar (Sutradara/Penulis) 
Mantan jurnalis dan kritikus film di sebuah harian Ibu Kota berbahasa Inggris itu memulai kariernya di dunia sinema saat sineas Nia Dinata mengajaknya dalam proyek film miliknya. Joko pun menjadi penulis skenario Arisan! (2003). Debutnya sebagai sutradara dimulai lewat film Janji Joni (2005) yang sukses secara komersial maupun dari segi kritik film. 

Kala, filmnya yang kedua pada 2007, secara luas dipuji oleh para kritikus internasional dan menobatkannya sebagai terobosan film noir dan film terbaik yang pernah dibuat di Indonesia. Film ketiganya, Pintu Terlarang (2009), adalah pencapaian sukses Joko, baik secara komersial maupun kritik, dan memenangi Best of Puchon pada Puchon International Fantastic Film Festival 2009. 

Sebagai penulis skenario, Joko telah menghasilkan Jakarta Undercover (2006), Quckie Express (2007), dan Fiksi (2008). Pada 2010, Joko istirahat sebentar dari film dan mencoba talenta di teater musikal dengan menyutradarai Onrop!. Pada 2011, ia kembali ke film dengan tenaga penuh mempersiapkan Modus Anomali. Proyek Joko selanjutnya ialah Impetigore dan 24 frames per Heartbreak.

Rio Dewanto 
Pria berumur 24 tahun itu mengawali kariernya sebagai aktor dengan membintangi film televisi (FTV). Sudah hampir dari 30 judul FTV yang ia bintangi. Di layar lebar, peran kecil di Pintu Terlarang karya Joko Anwar membuka jalannya. Tahun 2011 menjadi tahun penting bagi Rio dengan menjadi aktor utama dalam ? (Tanda Tanya) garapan Hanung Bramantyo serta Arisan! 2 karya Nia Dinata, serta dipercayakan oleh Rudi Sudjarwo dalam sekuel Garuda Di Dadaku 2. 

Joko Anwar kembali mengajaknya bergabung dalam Modus Anomali. Selanjutnya, Rio sedang merampungkan Hello Goodbye garapan Titin Wattimena yang berlokasi di Korea Selatan dan dibintangi juga Atiqah Hasiholan. Rio juga telah di-casting dalam film aksi kerja sama Indonesia dan Hollywood dalam Java Heat yang menampilkan aktor laga legendaris, Mickey Rourke, dan Tio Pakusadewo. ryb/R-3

Trivia and Fact
- Hampir seluruh pemain direkrut lewat situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. Izzi Isman, misalnya, aktris belia berusia 13 tahun itu terpilih lewat Twitter kemudian mengalahkan 80 peserta audisi lainnya. Modus Anomali menjadi film perdananya. 

- Selain Rio Dewanto, Surya Saputra dan Marsha Timothy kembali mengulang kolaborasi mereka dengan Joko Anwar. Surya muncul dalam film debut Joko, Janji Joni, serta berperan dalam dua sekuel Arisan! yang naskahnya ditulis oleh Joko. Adapun Marsha menjadi pemeran wanita utama dalam Pintu Terlarang. 

- Tayang perdana di South by Southwest Film Festival (SXSW), Texas, Amerika Serikat, pada 11 Maret 2012 dalam sesi program Midnighters. Festival itu juga menayangkan fi lm Indonesia lainnya, yakni The Raid karya Gareth Evans. 

- Di Indonesia, film ini akan ditayangkan pada 26 April mendatang. 

- Menyusul tanggapan positif, produser Sheila Timothy telah mengadakan negosiasi dengan distributor film XYZ Films untuk penayangan di Amerika Serikat menyusul negara-negara lain. 

- Joko Anwar telah memberikan petunjuk judul film ini dalam filmnya terdahulu, Pintu Terlarang. Dalam sebuah adegan, terdapat dua jalan bernama Jalan Modus dan Jalan Anomali. 

Penghargaan 

- Bucheon Award di ajang Network of Asian Fantastic Film (NAFF), yang merupakan bagian dari Puchon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan, menyisihkan 23 proyek film dari negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Afrika Selatan. NAFF adalah ajang pengenalan dan pasar untuk proyek-proyek film yang akan diproduksi dengan dihadiri para produser, distributor, dan investor film dari mancanegara. Dalam ajang itu, para produser, distributor, dan investor memilih proyek mana yang terbaik untuk mereka tindak lanjuti lebih jauh. Modus Anomali adalah film pilihan pertama mereka. 


Judul : Modus Anomali
Sutradara : Joko Anwar
Pemain : Rio Dewanto, Hannah Al Rashid
Genre : Horor, thriller
Produksi : LifeLike Pictures
Rating : 3,5 Bintang